JAKARTA – Peringatan Hari di Indonesia, jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) juga memperingati hari ulang tahunnya. Pada peringatan Hari Ibu yang ke 90 tahun 2018 ini, KOWANI mengajak wanita Indonesia untuk menggali kembali semangat dan makna “Ibu Bangsa” dalam kehidupan kekinian. “Wanita sebagai Ibu Bangsa sangat dibutuhkan. Sebagai Wanita pada lintasan binaan dan perhatiannya yang bukan lagi hanya pada “inter keluarganya” semata,” ujar Ketua Umum Kowani, DR. IR. Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd.

Berbicara mengenai “Ibu Bangsa”, Giwo menjelaskan jika tugas sebagai Ibu Bangsa bisa diemban dan diperankan oleh semua wanita, baik yang menikah, melahirkan,tidak melahirkan,tidak menikah asalkan dia berjenis kelamin perempuan, maka tugas sebagai Ibu Bangsa bisa diembannya. “Kriteria Ibu Bangsa adalah memiliki keteladanan, profesional, mandiri, bermartabat, kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, berani, dapat menjadi pendidik, pengasuh, pembimbing, sekaligus guru yang pertama dan utama,” beber pemenang Putri Ayu 1981 tersebut. Seiring berjalanannya waktu, peran Ibu Bangsan semakin besar dan lebih penuh tantangan. “Ibu Bangsa jaman now memiliki  tantangan yang  multikompleks, sehingga wanita harus multitalented serta multitasking,” ujar Giwo. “Wanita jaman sekarang itu harus dapat menjadi mitra terpercaya sebagai pilar yang kokoh bagi Negara dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dengan melahirkan generasi penerus yang  selalu siap menghadapi dinamika, tantangan dan perubahan zaman,” katanya. (mb)

Last modified on Selasa, 13 Agustus 2019
  • 0 comment
  • Read 32 times
  • Tagged under

Leave a comment