Masa Kecil Sebagai Anak Kolong

L
ahir 8 Mei tahun 1962 di Kota Bandung dengan nama Sri Woerjaningsih. Woe adalah nama panggilan keseyangan dari orang tua yang artinya anak perempuan kesayangan. Giwo adalah putri kedua dari 4 bersaudara, 2 putri dan 2 putra. LAhir sebagai anak kolong dari ayahanda seorang polisi (masa itu tergabung dalam ABRI) H.R. Wirjatmo, putra Boyolali dan Ibunda bernama R. Tjahjaningsih, berasal dari Bandung. Sebagai anak ABRI, Giwo kecil dididik dalam disiplin yang tinggi dilandasi kejujuran dan penuh tanggung jawab dalam keluarganya. Kesalahan yang dibuat harus dipertanggungjawabkan dengan hukuman yang sifatnya mendidik. 


Giwo mengawali pendidikan di SD Regina Pacis Slipi Jakarta, kemudian lanjut di SMP Negeri XII dan SMA negeri 70 Bulungan Jakarta Selatan. Menamatkan Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta pada tahun 1985 dan Sarjana Arsitektur Landscape Universitas Trisakti selesai pada tahun 1989. Pada tahun 2009 mendapatkan gelar Pascasarjana dari Universitas Negeri Jakarta pada jurusan Manajemen Pendidikan dan pada tahun 2014 meraih gelar Doktor pada Universitas yang sama.

Perempuan adalah sekolah dan Guru pertama dan utama bagi seorang anak, perempuan harus cerdas, sebagai bekal untuk mendidik anak-anaknya, karena seorang ibu cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas dan kecerdasan tidak dapat diperoleh kecuali dengan proses belajar Giwo Rubianto

 

Pada tahun 1984 menikah dengan Ir. Rubianto Wiyogo, putra Letnan Jenderal TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto, Gubernur DKI Jakarta pada periode 1987– 1992, seorang pemimpin yang sangat terbuka dan disiplin. Setelah menikah, suaminya diterima sebagai PNS di Depertemen Pekerjaan Umum (PU).

 

Mulailah dari hal-hal kecil atau sederhana. Mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik membutuhkan proses yang tidak singkat. Jangan mengharapkan perubahan besar dalam waktu yang singkat. Mulailah dari perubahan kecil sebelum Anda mampu melakukan perubahan yang besar.

Dr.Giwo Rubianto Wiyogo, Ketua Umum KOWANI

 

Dari hasil pernikahannya, Giwo memiliki 4 orang putra, yaitu Ato Wurianto Rubianto Wiyogo, SE (Manager PT. Wisma Bumisatu, menikah dengan dr. Brenda Hayatulhaya Wurianto) Agi Wibianto, M.Is (IT Head Departement MRT Jakarta, menikah dengan Prista Setiani), Adito Wirbianto (saat ini menempuh pendidikan Raffles Singapore) dan Ardi Amandianto (saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan Jakarta). Dari 4 putranya, saat ini Giwo memiliki 3 orang cucu, Carlo Mohammad Wurianto, Daanya Bianca Wurianto dan Agastha Wibianto. Kesuksesannya di masyarakat tidak membuat Giwo menomorduakan keluarga. Di mata suami dan anak-anaknya, Giwo adalah Ibu yang memiliki kreativitas dan inovasi serta kemauan keras sekaligus memiliki perhatian penuh untuk keluarga sehingga keluarga juga mendukung dalam semua aktivitasnya.

 



Pekerja Keras Dan Kemandirian

 

Didikan oleh orang tua yang disiplin dan tegas serta jujur membuat Giwo kelak tumbuh menjadi sosok yang kuat, tangguh, ulet, kreatif, inovatif dan penuh tanggung jawab. Sepulang sekolah, Giwo membantu Ibunya yang mempunyai toko di Blok M, untuk melayani pembeli. Selanjutnya sejak SMA ia menekuni usaha. Prinsip Giwo adalah perempuan harus mandiri karenanya kalau ingin mendapatkan sesuatu harus berjuang tidak setengah- setengah. Disaat teman sebaya ke luar negeri untuk jalan jalan maka Giwo pergi membeli barang untuk dagangan. “Jangan berpikir hanya karena masih muda, tidak bisa melakukan sesuatu lalu berhenti untuk melangkah maju. Bermimpilah setinggi mungkin, dan tetap semangat mengejar mimpi tersebut. Tidak ada yang tidak mungkin, akan selalu ada jalan jika kita bersungguh-sungguh. Kesungguhan dan pengorbanan kita, dapat membuat mimpi layak diwujudkan.” – Giwo Rubianto.


Pemikiran Giwo Tentang Pemberdayaan Wanita Cita-cita Giwo ingin melihat perempuan Indonesia menjadi setara dengan pria. Berhubung kesetaraan dan keadilan gender belum sepenuhnya dapat diwujudkan di segala bidang, sebagai akibat masih kuatnya pengaruh nilai sosial budaya yang patriarki, yang menempatkan laki-laki dan perempuan pada keadaan yang tidak setara.

 

“Perempuan harus dapat berpikir “out of the box”, yang inovatif dapat mengatasi  problem masa depan yang jauh beragam dan tidak biasa biasa saja. Perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan.” – Giwo Rubianto

Hobby membaca membuat Giwo memiliki pengetahuan yang luas mengenai ilmu dan budaya serta strategi pemberdayaan perempuan serta tantangan sosial terkait kesetaraan gender (sex preferences, patrilineal, taboo), hak asasi perempuan (UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan anak), pendidikan, kesehatan dan gizi (cakupan pelayanan kesehatan dasar, peduli kesehatan mandiri/self-care, air bersih dan sanitasi, fortifikasi pangan serta masalah ekonomi.

“Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dengan fungsi kodrati (haid, hamil, melahirkan, menyusui) yang berbeda, akan tetapi fungsi lainnya semua sama. Pendidikan, ketenagakerjaan, ekonomi, sosial, politik, pertahanan keamanan seyogianya setara antara laki-laki dan perempuan sehingga mampu menjadi Mitra yang serasi.” – Giwo Rubianto

“Perempuan harus cerdas, yang meliputi cerdas kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), cerdas tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan), cerdas sosial (tahu tata pergaulan sosial yang membangun karakter) dan cerdas profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi revolusi industri 4.0.” – Giwo Rubianto

Perempuan sebagai Ibu Bangsa “Wanita mengemban tugas mulia sebagai IBU BANGSA yang bertanggung jawab menyiapkan generasi muda yang nasionalis, unggul, kreatif, inovatif berdaya saing mampu membawa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa bangsa yang lain. Tekad bersama sama dengan semua wanita bersatu tujuan menyiapkan generasi penerus yang militan dan bangga sebagai Bangsa Indonesia.” – Giwo Rubianto

 

Perjuangan perempuan dalam mengisi kemerdekaan, baik sebagai Pelaku maupun sebagai pemanfaat hasil-hasil dari pembangunan, harus diwujudkan dalam suatu kemitraan dengan laki laki yang setara, adil dan tulus.

“Seiring berjalanannya waktu, terutama dengan hadirnya globalisasi, generasi millenia dan hadirnya industry 4.0 maka peran Ibu Bangsa semakin besar dan lebih penuh  tantangan. Ibu Bangsa memiliki tantangan yang multikompleks, sehingga wanita harus multitalented serta multitasking dan responsible terhadap setiap perubahan.” – Giwo Rubianto

Memperjuangkan Perlindungan Anak di Indonesia Salah satu concern Giwo adalah pada masalah anak. Pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2004-2007 mendapat banyak pengalaman dan tantangan dalam memperjuangkan perlindungan anak di Indonesia dan masalah KDRT. Setelah tidak lagi bertugas di KPAI, bukan berarti Giwo tidak melanjutkan perjuangannya untuk mengatasi masalah anak dan perempuan. Pada Desember 2015, Giwo terpilih sebagai Ketua Umum KOWANI yang merupakan federasi dari 91 organisasi wanita tingkat nasional di Indonesia. KOWANI sebagai satu-satunya organisasi wanita Indonesia yang mempunyai consultative special status sebagai anggota UN Women dan Dewan Ekonomi dan Social PBB (ECOSOC, Economic and Social Council).

 “….seluruh anggota organisasi wanita di Indonesia diharapkan memiliki multiplayer effect ,atau efek pengganda,yaitu proses keterkaitan perubahan di satu bidang yang dapat menjadi salah satu pemicu perubahan di bidang yang lain.” — Giwo Rubianto

Kisah istimewa yang nyaris merenggut nyawa KODRAT MULIA sebagai wanita salah satunya adalah MELAHIRKAN... Allah menitipkan 4 orang putra dan saat kelahiran putra ketiga mengalami pendarahan hebat yang bila tidak tertangani dengan cepat dan tepat ... wallahuallam. Terpikir bagaimana bila terjadi pada ibu di desa terpencil, jauh dari fasilitas dan tenaga kesehatan, maka kematian saat melahirkan dianggap sebagai mati sahid. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan pendorong kuat bagi Giwo pada tahun 2011 untuk bersedia menjadi pengurus Pita Putih Indonesia bagian dari White Ribbon Alliance For Safe Motherhood yang berpusat di Washington DC, menjadi anggota Board Chair dalam National Alliance Council. Terpanggil aktif dalam persoalan kematian Ibu dan Anak, Giwo akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Pita Putih Indonesia (PPI) sejak tahun 2015. Lewat PPI, Giwo dan timnya memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada Ibu-Ibu di desa untuk mempercepat penurunan angka kematian Ibu dan anak. PPI memperjuangkan kebijakan “Tanpa Toleransi Terhadap Kematian Ibu”,

kematian yang dapat dihindarkan dan melaksanakan advokasi program keselamatan ibu dan bayi dengan tiga fungsi utama; membangkitkan kesadaran, membangun jejaring, berperan sebagai katalisator dalam kegiatan di masyarakat, yang meliputi komponen advokasi seperti persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, system rujukan yang memadai, dan pelayanan kegawatdaruratan obstetric yang bermutu. Perusahaan Properti Bumisatu Grup

Bumisatu Group didirikan tahun 1989 oleh Giwo Rubianto dibantu suami tercinta, Ir. Rubianto Wiyogo. Tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk membesarkan suatu perusahaan. Terlebih perusahaan properti, yang sangat bergantung pada iklim ekonomi dalam negeri. Giwo Rubianto mampu melewati semua tahapan dengan baik. Mengutamakan prinsip kehati-hatian, beberapa proyek sukses dikembangkan antara lain Menteng Residence Apartment di Menteng Jakarta Pusat, Hotel Bumi Ubud Resort di Bali, Perumahan Pondok Indah Serang Banten, Town House Lebak Bulus Jakarta Selatan, Warehouse dan Office Building Jakarta Utara serta beberapa diversifikasi usaha seperti SPBU, dan jasa konsultan dan kontraktor Lanskap. “Dunia usaha adalah dunia yang penuh persaingan, tiap hari akan lahir usaha- usaha baru yang kelak akan menjadi pesaing kita entah sekarang ataupun nanti. Tetap semangat berinovasi dan berkreasi dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang dihadapi” agar tetap eksis dan bertahan.” – Giwo Rubianto

Ekspansi ke perkantoran dan hotel merupakan proyek terbaru, yaitu One World Hill Hotel di Cisarua Puncak, Bogor serta JDC Mixed Use Kapuk Lot C di dalam kawasan Pergudangan Jakarta Distribution Centre Kapuk Kamal, Jakarta Utara.

Optimisme adalah keyakinan yang mengarah kepada keberhasilan. Tidak ada yang bisa terwujud tanpa harapan dan kepercayaanGiwo Rubianto

 

Hidup tidak selamanya lurus mulus tanpa tantangan dan cobaan. Kegagalan pahit yang menjadi pembelajaran berharga adalah kegagalan ketika terjun dalam dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Caleg dari salah satu partai. “Berbuat kesalahan adalah kekurangan manusia namun belajar dari kesalahan merupakan kelebihan manusia” – Giwo Rubianto.

 

Aktivitas Sosial Untuk Hidup Seimbang

Di tengah karier usahanya yang mulai menanjak, pada tahun 1992 Giwo mengalami satu fase kehidupan yang mengubah prinsip hidupnya. Di tengah sibuk dalam membangun bisnis dan usaha, suatu hari Giwo merasakan hal yang tidak lazim terjadi dengan kesehatannya. Catatan rumah sakit mendiagnosa penyakit tipus dan hepatitis A yang mengharuskan ia menjalani pemulihan kesehatan selama hampir 1 tahun. Dalam sakit tersebut mata hatinya terbuka bahwa ada harta akhirat sebagai penyeimbang harta duniawi dan sang suami yang telah menjalani pekerjaan sebagai PNS, mengundurkan diri serta bersama-sama Giwo menjalankan karier sebagai pengusaha. 

 

“Hidup tidak untuk mencari uang semata, hidup ini harus seimbang, ada kehidupan di akhirat.” — Giwo Rubianto

 

Sejak itulah sambil terus menjalankan bisnis, ia menjalani kehidupan sosial. Pada tahun 1995, Giwo mendirikan dan memimpin Majelis Taklimi Bumi Sakinnah.

 

Sambil berbisnis, bersosial dan memberdayakan perempuan Indonesia adalah langkah integrasi dalam diri Giwo. Tahun 1994-1997 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD DKI Jakarta. Pada periode selanjutnya ia menjabat Bendahara Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) tahun 1997-2002. 

 

 

Ber organisasi dan berdarma bakti

 Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) 2015–2019 ini adalah sosok yang berjiwa sosial dan dermawan yang dapat dilihat dari banyaknya kegiatan sosial serta menjadi penggerak kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan sampai sekarang. Bagi orang yang hidup di kota metropolitan memberikan/membagi waktu justru lebih sulit dibandingkan menyisihkan sebagian harta benda untuk orang lain/organisasi. Dan bagi Giwo selain telah mendermakan harta benda maka memberikan waktu dan kesempatan juga telah diberikan melampaui dari batas kewajaran, hal ini hampir tidak mungkin dilaksanakan tanpa komitmen dan restu dari suami/keluarga. Saat ini Kowani dibawah kepemimpinannya berkomitmen bersama- sama dengan segenap komponen bangsa dengan pemerintah sebagai leading sector sekaligus motor dengan digital

pelayanan untuk terus membangun kesejahteraan bangsa melalui keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang sejahtera, menuju Indonesia makmur dan maju. Organisasi lain yang diikutinya diantaranya anggota IALI (Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia), anggota KADEMA (Keluarga Alumni dan Eks Mahasiswa Arsitektur Lanskap Trisakti),Dewan Penasehat Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Dewan Penasehat KBP3 (Keluarga Besar Putra Putri Polisi), Dewan Penasehat Wanita FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri), Dewan Pembina Wirawati Catur Panca, Dewan Penasehat Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia, Ketua Umum PPI, Ketua Umum GWS, serta Ketua Umum IPSM dan oranisasi lainnya.

Berbagi pengalaman dan pengetahuan serta belajar bersama dari kehidupan berorganisasi
Salah satu bentuk tanggungjawab bagi seorang insan hamba Allah SWT adalah asah, asih, asuh, ajar, amal, akhlak, dan itu dibuktikan dengan tindakan berupa tegakkan walau satu ayat. Bertitik tolak dari hal tersebut, walupun telah berkiprah dalam berbagai kegiatan organisasi dan justru maka hubungan dalam bentuk kekerabatan menjadikan Giwo banyak diundang dalam berbagai acara baik sekedar memberi sambutan, key note speakers, narasumber, dosen tamu dan lain-lain. Meskipun hal tersebut sangat berat dan cukup membebani waktu untuk keluarga tetapi Giwo selalu ingin memenuhi keinginan tersebut. Sebagai pembicara nasional Giwo telah diundang ke beberapa tempat di Indonesia, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Tangsel, Banten, DIY, DKI, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua. Selain itu, menjadi pembicara di beberapa Kementerian juga dijalaninya. Dalam hal keagamaan, Giwo juga pernah diundang sebagai pebicara pada beberapa organisasi keagamaan, termasuk di lintas agama. Dalam partai politik meskipun KOWANI adalah netral dan tidak berpolitik praktis tetapi hampir seluruh partai besar telah meminta Giwo sebagai pembicara, yang terakhir adalah pembicara di Srikandi Jala Nusantara sebagai partai pendukung Jokowi-Amin. Kiprahnya di tingkat nasional membuat Giwo telah banyak dikenal oleh masyarakat, sebagai Ibu Bangsa yang sangat konsisten dalam mengentaskan masalah pada perempuan dan anak.

 

 

Kiprah dalam organisasi di dalam dan luar negeri

 “Bangsa yang besar bangsa yang menghormati Pahlawannya.” Kowani sangat berkomitmen dalam mengusulkan calon-calon pahlawan nasional wanita, dan pada tahun 2017 Giwo menjadi inisiator usulan Malahayati sebagai pahlawan nasional. Kiprah Giwo dalam organisasi internasional diantaranya adalah sebagai pembicara dimarkas besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2017 mengangkat ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan perempuan dan ekonomi hingga kini terus dikembangkan olehnya melalui Kowani dalam bentuk pendampingan ekonomi (KOWANI FAIR), yang menjembatani serta memfasilitasi wanita pengusaha untuk mempromosikan hasil produknya, sekaligus sebagai sarana dalam mencari pasar-pasar baru bagi produknya yang diadakan rutin setiap tahun. Kowani dibawah kepemimpinan Giwo juga telah mendatangani kerjasama dengan Indonesia Healthcare Forum (Indo HCF) atau Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dan PT. Aldomoru selaku pemilik live streaming tv dengan nama produk AMTV dalam pembuatan dan pendistribusian Kowani TV.

Selain berkiprah dalam forum nasional, Giwo Rubianto juga aktif dalam organisasi internasional, diantaranya sebagai Vice President ICW (International Council of Women) periode 2018–2021; anggota International Federation of University Women (IFUW) yang berkedudukan di Geneva, Switzerland; Coordinator of Communication, Standing Committee ICW (International Council of Women) periode 2015—2018; First Director (2018-2020), Vice General Secretary ACWO (ASEAN Confederation of Women Organization); Member of Consultative Status of Economic Social Council (ECOSOC), komisi fungsional dari dewan ekonomi dan sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa di United Nation (UN Women) serta anggota Board Chair dari National Alliance Council, Global White Ribbon.

Untuk selanjutnya, Giwo akan tetap berperan aktif pada masalah perempuan, mengingat perempuan akan menjadi seorang ibu sebagai pendidik pertama yang menentukan kualitas generasi bangsa. Generasi yang cerdas akan terbentuk dari Ibu yang cerdas.
 
LAMPIRAN
Pengalaman Organisasi Dalam Negeri
Cukup banyak pengalaman organisasi di dalam negeri yang pernah diikuti oleh Giwo, diantaranya

 

1. Ketua Umum Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional 2017 - 2022

 2. Ketua Umum Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) 2015 – 2020

 3. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Tahun 2014 sampai sekarang.

 4. Dewan Kehormatan Gerakan perempuan Ormas MKGR periode 2016

 5. Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera, Tahun 2000 sampai sekarang.

 6. Ketua Umum YPWI ISWI (Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia Ikatan Sarjana Wanita Indonesia) Tahun 2006 – 2018.

 7. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Masa Jabatan tahun 2004 – 2007, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 95/M Tahun 2004.

 8. Wakil Ketua Umum I PP KPPG (Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar) Periode 2009-2014. (Selesai)

 9. Ketua III APPI (Aliansi Pita Putih Indonesia) Periode 2011 – 2 015.

 10. Anggota Koalisi Kependudukan Indonesia

 11. Dewan Penasehat DPP Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro

 12. Wakil Ketua Dewan Penasehat ARDIN Periode 2015 – 2020

 13. Ketua I Paguyuban Wanita Pejuang Periode 2012 – 2015.

 14. Ketua Bidang Informasi Teknologi / Komunikasi IKACANA UNJ (Ikatan Alumni Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta) Tahun 2013 – 2017.

 15. Ketua Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Periode 2004- 2009.

 16. Ketua Majelis Taklim Bumi Sakinnah Tahun 1995 sampai sekarang.

 17. Ketua Bidang Ekonomi, Koperasi dan Ketenagakerjaan Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode Tahun 1999-2004.

 18. Ketua DPD ISIKKI-IHEA DKI Jakarta Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia (Indonesia Home Economic Association) periode 1995 sampai sekarang.
19. Ketua Pelaksana Harian DPP ISIKKI-IHEA (Ikatan Sarjana Ilmu Kesejahteraan Keluarga Indonesia -Indonesia Home Economic Association) periode 1995 sampai sekarang.

 20. Dewan Penasehat Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia Tahun 2014 sampai sekarang.

 21. Dewan Pembina Wirawati Catur Panca sampai sekarang.

 22. Dewan Penasehat Koperasi Wanita Indonesia (KOPWANI) periode Tahun 1999-2004.

 23. Dewan Penasehat Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta.

 24. Dewan Penasehat KBP3 (Keluarga Besar Putra Putri Polisi) Tahun 2013.

 25. Dewan Penasehat Wanita FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri Tahun 2014 – sekarang.

 26. Bendahara Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) periode 1997 – 2002.

 27. Wakil Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD DKI Jakarta periode 1994 – 1997.

 28. Anggota IALI (Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia) Tahun 1989 sampai sekarang.

 29. Anggota KADEMA (Keluarga Alumni dan Eks Mahasiswa Arsitektur Lansekap Trisakti) Tahun 1989 sampai sekarang.


Penghargaan
Beberapa penghargaan yang pernah diterima oleh Giwo antara lain adalah :

1. Penerima Penghargaan Rekor MURI “Temu Nasional Organisasi Perempuan Terbanyak” Tahun 2018.

 2. Penghargaan TOP Eksekutif Muslimah dari IPEMI tahun 2016 dan 2018

 3. Dari Kementrian PMK sebagai Media informasi/penyiar berita Germas Terbanyak tahun 2017

 4. Penerima Penghatgaan “Bunda Paud Nasional” dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Kemendikbud tahun 2016

 5. Penerima Outstanding Women’s Organization award 2016 FOR THE NATIONAL COUNCIL OF WOMEN OF INDONESIA dari Kerajaan Thailand, 2016

6. Penerima Penghargaan 70 Wanita Inspiratif “Sinema Bintang Tujuh” 2015

 7. Penerima Penghargaan Wanita Inspiratif Tupperware SheCAN Award 2013.

 8. Penerima Penghargaan Rekor MURI “Koleksi 1001 Kura-kura” Tahun 2013.

 9. Sebagai pencetus ide “Aksi 1000 Cap Telapak tangan” Wanita Pejuang ‘45

 10. Penerima Penghargaan Ibu Award dalam Acara Hari Ibu 2008 dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI.

 11. Penerima Penghargaan 100 Wanita Terinspiratif 2008 dari Majalah Kartini.

 12. Penerima Penghargaan 99 Most Powerful Women 2008 dari Majalah Globe Asia Tahun 2008.

 13. Penerima Penghargaan 99 Most Powerful Women dari Majalah Globe AsiaTahun 2007.

 14. Penerima Penghargaan Asean Development Citra Award 2003-2004.

 15. Penerima Penghargaan International Development Best Economic Executive Award 1997- 1998, 3 April 1997.

 16. Penerima Penghargaan sebagai Pengusaha Wanita Teladan IWAPI’97 pada 10 Maret 1997.

 17. Penerima Penghargaan sebagai Wanita Berbusana Rapi dan Serasi pada Tahun 1997.

 18. Penerima Bintang/Penganugerahan Citra Wanita Penerus Kartini pada 29 Maret 1996.

 19. Penerima Penghargaan The Leader Achieves Development Tahun 1995.

 20. Penerima Gelar Putri Ayu Tahun 1981. 21. Penerima Bintang Pembangunan Wanita Karier pada 30 Juni 1995

  • 0 comment
  • Read 78 times
  • Tagged under
Download attachments:

Leave a comment