REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Giwo Rubianto mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mengoleksi sebanyak 1.001 kura-kura.

"Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana," kata Giwo Rubianto di Jakarta, Senin.

Giwo menjelaskan dirinya telah lama mengoleksi kura-kura. Hewan tersebut bagi dia mempunya filosofi yang sangat kuat yang bisa diterapkan dalam pernikahan.

"Meski hewan ini jalannya lambat, namun memiliki filosofi ibarat membentuk keluarga yang kokoh dan bahagia," katanya.

 Ia juga menambahkan kura-kura bisa dijadikan lambang kebahagiaan, kemakmuran, dan panjang umur.

 "Setiap gerak gerik kura-kura selalu tersirat makna kesabaran, ketelitian, berjiwa tenang, pantang menyerah, penuh kebijaksanaan dan ketegaran," katanya.

 Ia mengemukakan berdasarkan Feng Shui, kura-kura merupakan lambang bukit perlindungan daerah Utara yang kokoh dan kuat. "Selain itu merupakan simbol kenyamanan dan kedamaian," katanya.

 Itu sebabnya, saat merayakan resepsi pernikahan anaknya Wurianto Rubianto Wiyogo yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono pada Ahad (28/4), dirinya menjadikan kura-kura sebagai pernak-pernik pesta.

 Mulai dari cinderamata, baju pengantin bermotif kura-kura, karpet, lukisan, patung, kartu undangan pernikahan dan lain sebagainya.

sumber: republika online

 

 
Last modified on Rabu, 09 Oktober 2019

Leave a comment