RADARBANDUNG.id, KIEV – Perlindungan perempuan Indonesia yang  tertuang pada UU KDRT,UU PA,UU anti Pornografi dan  Penghapusan kekerasan sexual menjadi  perhatian masyarakat dunia. Pasalnya,pada beberapa negara termasuk Ukraina sendiri belum ada. Hal tersebut karena negaranya baru merdeka,tetapi kerjasama antar perempuan dalam berbagai komunitas sangat baik karena memiliki tekad yang kuat untuk maju bersama.

Hal tersebut diungkapkan ketua Umum KOWANI DR.Ir.Giwo Rubianto Wiyogo,Mpd seusai menghadiri undangan khusus  Dewan Perempuan Internasional  pusat Eropa dan Nasional Ukraina dalam sidang umum yang berlangsung 19 – 23 Mei di Kota Kiev dan Chernihiv Ukraina.

Ms. Anna Hasselgren dan Ms. Tilde Holm dari Girl's Globe mengunjungi Indonesia pada tanggal 22 s/d 28 Februari 2017, mereka adalah 2 blogger muda dari Sweden yang memiliki kepedulian terhadap persamaan gender dan kesehatan ibu. APPI (Aliansi Pita Putih Indonesia) yang merupakan organisasi yang memiliki visi yaitu realisasi keselamatan dan kesehatan Wanita sebelum, selama, dan setelah kelahiran, serta bayi yang baru lahir dan anak-anak, tentunya sangat menyambut kolaborasi kerjasama ini melalui wawancara dan video tentang peran APPI dalam turut serta dalam kesehatan ibu dan anak terutama dalam menurunkan angka kematian Ibu

JAKARTA – Indonesia sudah memiliki  perundangan untuk perlindungan perempuan seperti UU KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) , UU PA (Perlindungan Anak),  dan UU Anti Pornografi.

Bahkan saat ini pemerintah  sedang memperjuangkan  UU Penghapusan Kekerasan Seksual, UU Pekerja Rumah Tangga, kata Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MP.d. sebagai salah satu Wakil Presiden dari International Council of Women (ICW) yang baru saja menghadiri Majelis Umum musim semi ECICW untuk membahas/mengadopsi resolusi hasil sidang umum ke-35 dari Dewan Perempuan Internasional yang berada di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di Ukraina.

Ukraina, innews.co.id – Dalam soal perlindungan terhadap kaum perempuan Indonesia terbilang sudah mumpuni dengan adanya UU KDRT, UU PA, UU Anti Pornografi, dan yang sedang diperjuangkan UU Penghapusan Kekerasan Seksual, UU Pekerja Rumah Tangga.

Berbeda dengan Ukraina yang belum memiliki perangkat hukum perlindungan perempuan. Gambaran itu disampaikan Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., saat mengikuti Sidang Umum Dewan Perempuan Internasional Pusat Eropa (ECICW) di Kiev dan Chernihiv, Ukraina, 19-23 Mei 2019.

YOGYAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan Perempuan Nasional (ICW) untuk periode tiga tahun ke depan. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Sabtu, Giwo berhasil memperoleh sebanyak 62 suara. Giwo menjadi salah satu dari lima Wakil Presiden ICW terpilih, dari tujuh kandidat yang diajukan dalam pemungutan suara.

Ketujuh kandidat dalam pemilihan Wakil Presiden ICW antara lain, Linda C. Liu (Taiwan) dengan perolehan 96 suara, Doris Bingley (Malta) 91 suara, Jamal Hermes Ghibril (Lebanon) 84 suara, Fatma Fatos Inal (Turki) 69 suara, Giwo Rubianto Wiyogo (Indonesia) 62 suara.

Sidang Umum ke-35 International Council of Women yang berlangsung di Yogyakarta baru-baru ini menghasilkan tujuh resolusi dan menyepakati serangkaian program aksi. Sidang Umum ke-35 International Council of Women ICW yang dihadiri delegasi dari 44 negara dan berakhir pertengahan minggu lalu, menghasilkan tujuh resolusi yang mengacu pada upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dikenal sebagai SDGs.

Dalam pertemuan yang didukung oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) itu, Kim Jung-sook kembali terpilih sebagai presiden ICW untuk tiga tahun. Ikut dipilih pula lima wakil presiden untuk membantu kinerja Kim. Diwawancarai VOA, Kim Jung-sook mengatakan akan menjabarkan tujuh resolusi dicapai dalam bentuk aturan dan program yang fokus pada status perempuan, pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan umum perempuan, komunikasi serta isu-isu sosial.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MP.d., sebagai salah satu Wakil Presiden dari International Council of Women (ICW) berada diantara Presiden European Center of International Council of Women (ECICW), Cosima Schenk dan Ketua National Council of Women Ukraine, Lyudmyla Porokhnyak. Kemudian juga Presiden International Council of Women (ICW), Jungsook Kim (Ed. D).

Ukraina, innews.co.id – Saat ini, perempuan Indonesia sudah semakin maju dan berkembang. Program pemberdayaan terus berjalan simultan. Selain itu, berbagai perundang-undangan yang melindungi kaum perempuan juga berhasil digolkan.

Hal ini secara gamblang disampaikan DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., dalam General Assembly European Conference of International Council of Woman(EC ICW) di Kiev dan Chernihiv, Ukraina, (19-24 Mei 2019).