Tim Admin

Tim Admin

Kemlu Siap Beri Pendampingan

Selasa, 10 Juli 2018, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) audiensi dengan Menteri Luar Negeri RI. Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat.
Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. beserta lima jajaran Kowani antara lain Ketua Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) dan Bidang Humas Ibu Lia Tono Suratman, Ketua Bidang HLN Ibu Uli Silalahi, Ketua Bidang Humas Ery Simanjuntak, Sekretaris Jenderal Kowani Ibu Titien Pamudji da Wasekjen Ibu Atiek Sardjana diterima di Ruang Tamu Utama, Kantor Menteri Luar Negeri sekitar pukul 16.30 WIB dan pertemuan dilaksanakan sekitar 30 menit.

Ms. Anna Hasselgren dan Ms. Tilde Holm dari Girl's Globe mengunjungi Indonesia pada tanggal 22 s/d 28 Februari 2017, mereka adalah 2 blogger muda dari Sweden yang memiliki kepedulian terhadap persamaan gender dan kesehatan ibu. APPI (Aliansi Pita Putih Indonesia) yang merupakan organisasi yang memiliki visi yaitu realisasi keselamatan dan kesehatan Wanita sebelum, selama, dan setelah kelahiran, serta bayi yang baru lahir dan anak-anak, tentunya sangat menyambut kolaborasi kerjasama ini melalui wawancara dan video tentang peran APPI dalam turut serta dalam kesehatan ibu dan anak terutama dalam menurunkan angka kematian Ibu

JAKARTA – Peringatan Hari di Indonesia, jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) juga memperingati hari ulang tahunnya. Pada peringatan Hari Ibu yang ke 90 tahun 2018 ini, KOWANI mengajak wanita Indonesia untuk menggali kembali semangat dan makna “Ibu Bangsa” dalam kehidupan kekinian. “Wanita sebagai Ibu Bangsa sangat dibutuhkan. Sebagai Wanita pada lintasan binaan dan perhatiannya yang bukan lagi hanya pada “inter keluarganya” semata,” ujar Ketua Umum Kowani, DR. IR. Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd.

GoHappyLive.com, JAKARTA-  Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani)  DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MpD baru saja menghadiri sidang umum Dewan Perempuan Internasional pusat Eropa dan Nasional Ukraina. Berlangsung di kota Kiev dan Chernihiv Ukraina, pada 19-23 Mei lalu,  Giwo hadir dalam kapasitasnya sebagai   salah  satu Vice President forum International Council of Woman (ICW).

Usai menghadiri sidang tersebut, Giwo mengaku bangga sebagai wanita Indonesia, karena Indonesia sudah memiliki kebijakan  yang berpihak pada kepentingan perempuan dan anak . Sebagai contoh, perlindungan perempuan Indonesia  sudah   tertuang pada UU KDRT,UU PA,UU anti Pornografi dan  Penghapusan kekerasan seksual menjadi  perhatian masyarakat dunia.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MP.d., sebagai salah satu Wakil Presiden dari International Council of Women (ICW) berada diantara Presiden European Center of International Council of Women (ECICW), Cosima Schenk dan Ketua National Council of Women Ukraine, Lyudmyla Porokhnyak. Kemudian juga Presiden International Council of Women (ICW), Jungsook Kim (Ed. D).

Ukraina, innews.co.id – Saat ini, perempuan Indonesia sudah semakin maju dan berkembang. Program pemberdayaan terus berjalan simultan. Selain itu, berbagai perundang-undangan yang melindungi kaum perempuan juga berhasil digolkan.

Hal ini secara gamblang disampaikan DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., dalam General Assembly European Conference of International Council of Woman(EC ICW) di Kiev dan Chernihiv, Ukraina, (19-24 Mei 2019).

Selasa, 10 Juli 2018, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) audiensi dengan Menteri Luar Negeri RI. Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat.

Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. beserta lima jajaran Kowani antara lain Ketua Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) dan Bidang Humas Ibu Lia Tono Suratman, Ketua Bidang HLN Ibu Uli Silalahi, Ketua Bidang Humas Ery Simanjuntak, Sekretaris Jenderal Kowani Ibu Titien Pamudji da Wasekjen Ibu Atiek Sardjana diterima di Ruang Tamu Utama, Kantor Menteri Luar Negeri sekitar pukul 16.30 WIB dan pertemuan dilaksanakan sekitar 30 menit.

Jakarta, innews.co.id – Salah satu dampak dari aksi peledakan bom di Surabaya adalah sikap kehatian-hatian masyarakat saat menemui perempuan bercadar. Sangat disayangkan aksi ini.

Menurut Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani), pemakaian cadar merupakan hak azasi perempuan dalam menjalankan perintah agama.

“Masyarakat sebaiknya tidak takut dan melakukan diskriminasi terhadap perempuan bercadar,” ujar Giwo di Jakarta, Rabu, (16/5).

Dia menambahkan, “Yang penting dari sisi pakaian tidak merugikan dan membuat perhatian orang lain.”

Ia lebih dikenal masyarakat dengan nama panggilannya, Ir Dra Giwo Rubianto W, MPd daripada nama aslinya, Sri Woerjaningsih. Keseharian, ia menjadi Presiden Direktur dan Komisaris dari 6 perusahaan properti miliknya. Namun ia dikenal berkat kegiatannya dalam lebih kurang 18 organisasi soial dan profesional.

“Saya jadi sehat dan bahagia setelah giat di organisasi. Boleh dibilang, kegiatan beroganisasi yang telah menyelamatkan hidup saya,” ujar Giwo memulai kisah hidupnya untuk pembaca Kabari.

Lahir di Bandung, 8 Mei 1962 sebagai anak kedua dari 4 bersaudara.” Masa kecil, saya sangat bahagia dan berkecukupan. Orang tua, HR Wirjatmo dan Hj Tahjaningsih, mendidik kami dengan penuh kasih sayang. Ayah, mantan polisi dan sempat menjadi Direktur Utama Damri dan PPD, sedangkan Ibu sangat giat berorganisasi. Dari mereka berdua, saya mengambil nilai-nilai positif, lalu berpadu di dalam diri saya. Tanpa disadari, saya pun tumbuh menjadi anak yang gemar berorganisasi. Kebetulan orang tua dapat menunjang kegiatan saya di luar rumah”, kata Giwo.