JAKARTA (Pos Sore) — Kongres Wanita Indonesia (Kowani) gelar halalbihalal dalam rangkaian Idulfitri 1440 H/2019 M, Rabu (19/6). Halalbihalal ini melibatkan ratusan wanita anggota berbagai organisasi wanita yang berada di bawah federasi Kowani. Dalam sambutannya, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia DR. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., mengajak semua anggota Kowani untuk menjadikan halalbihalal Idulfitri sebagai momentum strategis membangun kultur budaya organisasi yang sarat dengan kekeluargaan dan kasih sayang.

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) gelar halalbihalal dalam rangkaian Idulfitri 1440 H/2019 M, Rabu (19/6/2019). Kegiatan halalbihalal tersebut melibatkan ratusan wanita anggota berbagai organisasi wanita yang berada dibawah federasi Kowani. Dalam sambutannya, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengajak semua anggota Kowani untuk menjadikan halalbihalal Idulfitri sebagai momentum strategis membangun kultur budaya organisasi yang sarat dengan kekeluargaan dan kasih sayang.

Jakarta, innews.co.id – Idul Fitri hendaknya bukan diutamakan seremonial semata, melainkan harus dimaknai sebagai sebuah awal baru dengan spirit yang kuat serta hati yang fitri dalam menjalankan tugas dan fungsi, baik secara pribadi maupun organisasi. Karena itu, semua pihak diharapkan bisa semakin solid dalam memberikan pengabdian luhur kepada bangsa dan negara.

Diskusi Publik “90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia Menjadi Ibu Bangsa Sejati Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Jaya”, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) diselenggarakan di ruang Kartini kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Rabu (11/7/2018) dan dihadiri kurang lebih 250 peserta dari pengurus dan organisasi anggota Kowani

Diskusi publik yang menghadirkan Dra. Sjamsiah Ahmad MA, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. dan Prof. Dr. R. Siti Zuhro MA sebagai narasumber ini diselenggarakan untuk mengoptimalkan kegiatan Temu Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2018 di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta. Temu Nasional ini merupakan kegiatan Kowani untuk memposisikan diri sebagai bagian integral dari program dunia.

YOGYAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan Perempuan Nasional (ICW) untuk periode tiga tahun ke depan. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, Sabtu, Giwo berhasil memperoleh sebanyak 62 suara. Giwo menjadi salah satu dari lima Wakil Presiden ICW terpilih, dari tujuh kandidat yang diajukan dalam pemungutan suara.

Ketujuh kandidat dalam pemilihan Wakil Presiden ICW antara lain, Linda C. Liu (Taiwan) dengan perolehan 96 suara, Doris Bingley (Malta) 91 suara, Jamal Hermes Ghibril (Lebanon) 84 suara, Fatma Fatos Inal (Turki) 69 suara, Giwo Rubianto Wiyogo (Indonesia) 62 suara.

JAKARTA – Peringatan Hari di Indonesia, jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) juga memperingati hari ulang tahunnya. Pada peringatan Hari Ibu yang ke 90 tahun 2018 ini, KOWANI mengajak wanita Indonesia untuk menggali kembali semangat dan makna “Ibu Bangsa” dalam kehidupan kekinian. “Wanita sebagai Ibu Bangsa sangat dibutuhkan. Sebagai Wanita pada lintasan binaan dan perhatiannya yang bukan lagi hanya pada “inter keluarganya” semata,” ujar Ketua Umum Kowani, DR. IR. Giwo Rubianto Wiyogo, M. Pd.

GoHappyLive.com, JAKARTA-  Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani)  DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MpD baru saja menghadiri sidang umum Dewan Perempuan Internasional pusat Eropa dan Nasional Ukraina. Berlangsung di kota Kiev dan Chernihiv Ukraina, pada 19-23 Mei lalu,  Giwo hadir dalam kapasitasnya sebagai   salah  satu Vice President forum International Council of Woman (ICW).

Usai menghadiri sidang tersebut, Giwo mengaku bangga sebagai wanita Indonesia, karena Indonesia sudah memiliki kebijakan  yang berpihak pada kepentingan perempuan dan anak . Sebagai contoh, perlindungan perempuan Indonesia  sudah   tertuang pada UU KDRT,UU PA,UU anti Pornografi dan  Penghapusan kekerasan seksual menjadi  perhatian masyarakat dunia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Kemampuan perempuan dalam hal pemberdayaan ekonomi harus terus ditingkatkan. Dengan cara demikian maka kaum perempuan akan memiliki rasa percaya diri dan berani mengambil keputusan penting dalam urusan bisnisnya.

“Ada sekitar 30 persen perempuan belum berani mengambil keputusan sendiri, masih bergantung pada orang lain baik suami maupun keluarga,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo usai penutupan Kowani Fair 2019, Ahad (7/4/2019).

Halaman 1 dari 2